Banda Aceh — Inovasi pelayanan publik yang dijalankan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh kembali mendapat perhatian. Kali ini, program Restart Prolansia Berkhas menarik minat stasiun televisi nasional, TVRI untuk melihat lebih dekat pelaksanaan program yang menyasar warga yang membutuhkan kemudahan dalam pelayanan administrasi kependudukan.
Pada Jumat (18/9/2026), sejumlah kru TVRI berkunjung ke Kantor Disdukcapil Kota Banda Aceh. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali lebih jauh mengenai inovasi pelayanan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan warga berkebutuhan khusus.
Dalam kesempatan itu, kru TVRI mewawancarai Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, terkait latar belakang, mekanisme, serta manfaat program (Rekam Sehat Tercatat Layanan Lanjut Usia dan Berkebutuhan Khusus) bagi masyarakat.
Heru menjelaskan, program tersebut hadir untuk menjawab persoalan yang dihadapi sebagian warga ketika harus mengakses pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di kantor.
Melalui program tersebut, masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk datang ke kantor tidak harus memaksakan diri mendatangi loket pelayanan. Petugas Disdukcapil justru yang mendatangi warga ke rumah.
Petugas melakukan pelayanan, termasuk perekaman data administrasi kependudukan, secara langsung di kediaman warga yang menjadi sasaran program.
“Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kantor. Petugas kami yang mendatangi rumah warga untuk memberikan pelayanan dan melakukan perekaman,” jelas Heru saat diwawancarai kru TVRI.
Menurut Heru, pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Disdukcapil Kota Banda Aceh untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Terlebih, terdapat warga yang karena kondisi fisik, usia, maupun kebutuhan khusus mengalami kesulitan jika harus datang sendiri ke kantor pelayanan.
Dengan sistem jemput bola tersebut, hak masyarakat untuk memperoleh dokumen dan layanan administrasi kependudukan tetap dapat dipenuhi tanpa menjadikan keterbatasan mobilitas sebagai hambatan.
Kehadiran kru TVRI untuk melihat langsung program tersebut sekaligus menjadi perhatian tersendiri bagi Disdukcapil Kota Banda Aceh. Inovasi pelayanan yang lahir dari kebutuhan masyarakat itu kini berpeluang diketahui lebih luas melalui pemberitaan media televisi nasional.
Bagi Disdukcapil Banda Aceh, pelayanan administrasi kependudukan bukan sekadar urusan dokumen, tetapi juga bagaimana negara hadir mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui Restart Pro-Lansia Berkhas, semangat itu diwujudkan dengan cara sederhana, ketika warga tidak mampu datang ke kantor, pelayananlah yang datang menghampiri warga
