Banda Aceh — Aktivitas di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh tampak meningkat pada Senin (6/4/2026), seiring berakhirnya libur nasional Jumat 3 April lalu. Sejak pagi hari, warga mulai memadati sejumlah loket untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan (Adminduk).

Antrean terlihat di berbagai layanan, mulai dari pembuatan KTP elektronik (KTP-el), pengurusan surat pindah domisili, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga perekaman KTP-el bagi pemula.

Jika dibandingkan dengan hari senin sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah layanan. Pada Senin (30/3/2026), Disdukcapil Banda Aceh mencatat 503 layanan. Sementara itu, pada Senin (6/4/2026), jumlah tersebut meningkat menjadi 514 layanan.

Jenis layanan yang paling banyak diajukan warga adalah pencetakan KTP-el sebanyak 150 permohonan, disusul pencetakan Kartu Keluarga sebanyak 127 permohonan, serta perekaman KTP-el yang mencapai 70 pemohon.

Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, memastikan bahwa peningkatan jumlah pemohon tidak mengganggu kualitas pelayanan.

“Seluruh warga yang datang tetap kami layani secara optimal dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Meski terjadi lonjakan pengunjung, proses pelayanan tetap berlangsung tertib dan lancar. Petugas terlihat sigap dalam mengatur alur pelayanan sehingga antrean dapat dikelola dengan baik tanpa kendala berarti.

Heru juga mengimbau masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan sesuai kebutuhan mendesak dan tidak menunda, guna menghindari penumpukan pada hari-hari tertentu.

Saat ini, layanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Banda Aceh telah kembali beroperasi normal, dengan jadwal pelayanan pukul 08.30–12.30 WIB untuk sesi pagi, serta dilanjutkan pukul 14.00–16.00 WIB pada sesi siang.

Dengan kesiapan petugas serta sistem pelayanan yang terus dioptimalkan, Disdukcapil Banda Aceh berkomitmen memenuhi kebutuhan administrasi masyarakat secara cepat, tertib, dan efisien