Banda Aceh — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan terus digencarkan. Salah satunya melalui talkshow administrasi kependudukan yang digelar di lokasi Event Banda Aceh Experience, Blang Padang, pada 21 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, yakni Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Mairiza, serta Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Miftahul Jannah. Talkshow berlangsung interaktif dengan membahas peran strategis administrasi kependudukan sebagai fondasi utama dalam seluruh pelayanan publik.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa dokumen utama seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat. Dokumen tersebut menjadi kunci akses terhadap berbagai layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan melalui BPJS, bantuan sosial, hingga layanan perbankan.
Selain itu, Disdukcapil juga memaparkan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan. Di antaranya layanan jemput bola (mobile service), pelayanan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas melalui program restart prolansia berkhas (rekam sehat tercatat program layanan lanjut usia dan berkebutuhan khusus, hingga digitalisasi layanan yang memungkinkan pengurusan dokumen secara online. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti BPJS Kesehatan dan dinas sosial juga terus diperkuat.
Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh ke 821, Disdukcapil turut membuka stand pelayanan administrasi kependudukan di area pameran Banda Aceh Experience. Tak hanya itu, penyerahan KTP-el bagi pemula yang telah berusia 17 tahun juga menjadi salah-satu kegiatan yang dilaksanakan Disdukcapil Kota Banda Aceh pada momentum HUT Kota ke 821.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Di antaranya masih adanya masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap, rendahnya kesadaran administrasi, serta keterbatasan akses layanan bagi kelompok rentan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdukcapil berkomitmen memperluas jangkauan layanan, memperkuat pelayanan inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan, termasuk pentingnya melaporkan setiap perubahan data seperti kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari cara mengurus KTP-el bagi pemula, pengurusan KK secara online, layanan bagi lansia dan disabilitas, syarat pembuatan KIA, hingga fungsi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara tuntas oleh para narasumber.
Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh petugas registrasi gampong dan berlangsung sejak pukul 16.30 WIB hingga selesai.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Awalnya talkshow direncanakan hanya satu jam, namun berlangsung hingga satu setengah jam karena banyaknya pertanyaan dari masyarakat terkait pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki dokumen kependudukan secara lengkap dan akurat.
Sebagai penutup, acara juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang disponsori oleh Bank Aceh Syariah, menambah semarak sekaligus meningkatkan partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut.
