Banda Aceh – Suasana Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat (6/2/2026). Sejak pagi, puluhan warga silih berganti mendatangi kantor tersebut untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan (adminduk). Mayoritas yang datang merupakan para siswa yang baru memasuki usia 17 tahun untuk melakukan perekaman KTP-el pemula.

Salah satunya adalah Aisha Salsabila, siswi SMAN 4 Banda Aceh. Ia datang untuk melakukan perekaman data biometrik sebagai syarat mendapatkan KTP elektronik. Bagi Aisha, ini merupakan pengalaman pertamanya mengurus dokumen kependudukan secara mandiri.

Gadis berparas cantik itu mengaku terkesan dengan pelayanan yang diterimanya. Menurutnya, proses perekaman berlangsung cepat dan nyaman.

“Saya dilayani dengan baik. Petugasnya ramah, ditambah ruangan yang sejuk membuat suasana jadi nyaman,” ujar Aisha usai melakukan perekaman.

Meski demikian, ia juga menyampaikan masukan ringan bagi peningkatan pelayanan. Sebagai remaja yang baru pertama kali membuat KTP, ia berharap tersedia fasilitas cermin di area perekaman foto.

“Kalau bisa disediakan cermin, jadi bisa bercermin dulu sebelum dipotret petugas,” tambahnya sambil tersenyum.

Kesan positif serupa juga disampaikan oleh Rian Indra Pratama. Ia menilai pelayanan di Disdukcapil sangat membantu dan memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain mengurus KTP-el, Rian juga mencoba melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurutnya, IKD sangat bermanfaat bagi anak muda yang akrab dengan teknologi.

“Dengan IKD, data kependudukan bisa diakses lewat ponsel. Jadi lebih praktis dan tidak perlu selalu membawa KTP fisik ke mana-mana,” ungkapnya.

Pengalaman berbeda dirasakan oleh Rizki Ananda. Sebelum datang ke kantor Disdukcapil, ia sempat merasa gugup dan khawatir akan salah mengisi data.

“Awalnya deg-degan, takut salah karena ini kan KTP yang dipakai seumur hidup. Tapi setelah sampai sini ternyata prosesnya mudah dan cepat. Petugas mengarahkan dengan jelas,” tuturnya lega.

Menanggapi tingginya antusiasme warga, khususnya para pemula, Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, S.STP, M.Si menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berkomitmen melayani masyarakat dengan cepat, ramah, dan profesional. Para remaja yang baru berusia 17 tahun memang menjadi prioritas, agar mereka segera memiliki identitas resmi sebagai warga negara,” ujarnya.

Heru juga menjelaskan bahwa Disdukcapil Banda Aceh saat ini terus mengoptimalkan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi pelayanan berbasis digital.

“IKD menjadi salah satu program strategis nasional. Kami aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan agar masyarakat, terutama generasi muda, dapat memanfaatkannya. Dengan IKD, layanan publik akan semakin mudah, cepat, dan terintegrasi,” jelasnya.

“Kami juga ingin memastikan tidak ada warga Banda Aceh yang terkendala mendapatkan hak administrasi kependudukannya. Semua harus terlayani dengan baik,” tegas Heru.

Dengan pelayanan yang semakin inovatif dan responsif, Disdukcapil Kota Banda Aceh optimistis dapat terus memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengurus dokumen kependudukan.[